MAKALAH HUBUNGAN FAKTOR POLA KONSUMSI PANGAN/ASUPAN GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh Kelompok 7
HUBUNGAN FAKTOR POLA KONSUMSI
PANGAN/ASUPAN GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING
Dosen
MK. Dasar Ilmu Gizi Kesmas : DR.
Intje Picauly
DISUSUN
OLEH KELOMPOK 7 :
1.
Yohana
Febrianty P. Wangge (2007010137)
2.
Febriani Agatha Sambriong
(2007010080)
3.
Cindy
Putri Yusak (2007010069)
4.
Handayanti
Bire Kaho (2007010175)
5. Theresia R. Nazario Lamatokan (2007010220)
PROGRAM STUDI ILMU
KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2021
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan
tugas makalah ” HUBUNGAN FAKTOR POLA KONSUMSI PANGAN/ASUPAN GIZI DENGAN
KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING” sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Namun, makalah ini jauh
dari kesempurnaan sehingga kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan
untuk menyempurnakan makalah ini. Harapan kami, semoga makalah ini bermanfaat
untuk kita.
Kupang,
2 Februari 2021
Tim/Kelompok 7
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
A.
Batasan Istilah menurut Pakar/Ahli
1.
Istilah/Pengertian
Stunting 1
2.
Pendidikan
Normal 2
3.
Kepulauan
Lahan Kering 2
B.Review Hasil Penelitian Terdahulu 3
C.Pembahasan 5
Daftar Pustaka
A. Batasan Istilah Menurut Pakar
1.1.
Istilah/Pengertian Stunting
Berikut adalah beberapa definisi
stunting menurut para Ahli/Pakar:
·
Menurut
Trihono dkk (2015), Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks
BB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak,
hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai
dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/severely stunted).
·
Menurut
Millennium Challenge Account (2014), stunting adalah masalah kurang gizi kronis
yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat
pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
·
Menurut
WHO (2006), Stunting adalah gangguan pertumbuhan ditinjau berdasarkan parameter
antropometri tinggi badan menurut umur merupakan bagian dari kekurangan gizi
maupun infeksi kronis yang ditunjukkan dengan z-score <-2 standar deviasi.
·
Menurut
UNICEF (2013), Stunting adalah indicator status gizi TB/U sama dengan atau
kurang dari minus dua standar deviasi (-2 SD) di bawah rata-rata standar atau
keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak lain
seumurnya, ini merupakan indikator kesehatan anak yang kekurangan gizi kronis
yang memberikan gambaran gizi pada masa lalu dan yang dipengaruhi lingkungan
dan sosial ekonomi.
·
Menurut
Kemenkes RI (2016), Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada parameter
Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), hasil
pengukuran antropometri berdasarkan parameter tersebut dibandingkan dengan
standar baku WHO untuk menentukan anak tergolong pendek (<-2 SD) atau sangat
pendek (<-3 SD).
1.2.
Istilah/Pengertian Pola Konsumsi Pangan/Asupan Gizi
ü Pusat
Pengembangan Konsumsi Pangan (2003) menyatakan bahwa Pola konsumsi pangan
adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata
perorang perhari yang umum dikonsumsi atau dimakan penduduk dalam jangka waktu
tertentu ()
ü
Baliwati (2004, dalam Okviani, 2011)
mengatakan bahwa pola makan atau pola konsumsi pangan adalah susunan jenis dan
jumlah makanan yang dikonsumsi seseorang atau kelompokorang pada waktu
tertentu.
ü
Handayani (1996 dalam Sari, 2012)
mengemukakan pengertian pola makanyaitu tingkah laku manusia atau sekelompok
manusia dalam memenuhi kebutuhanakan makanan yang meliputi sikap, kepercayaan,
dan pilihan makanan yangmenggambarkan konsumsi makan harian meliputi jenis
makanan, jumlah makanan, dan frekuensi makan.
1.3.
Istilah/Pengertian Kepulauan Lahan Kering
Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu
provinsi yang dikenal sebagai provinsi yang mempunyai lahan kering beriklim
kering seluas 4,9 juta ha dengan curah hujan <2.000 mm/tahun dan bulan
kering 5-10 bulan, bersolum tanah dangkal dan berbatu. Berikut adalah beberapa
definisi kepulauan lahan kering:
ü Menurut
Odum (1971)Lahan kering adalah bagian dari ekosistem teresterial yang luasnya
relatif luas dibandingkan dengan lahan basah.
ü Menurut
Hidayat dkk (2000) lahan kering adalah hamparan lahan yang tidak pernah
digenangi air atau tergenang air pada sebagian waktu selama setahun. Lahan
kering adalah lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian dengan
menggunakan air secara terbatas dan biasanya hanya mengharapkan dari curah
hujan.
B. Review Hasil Penelitian
Beberapa
hasil penelitian terkait yang telah dilakukan sebelumnya adalah:
1. Gustaf
Oematan. 2020. Faktor-faktor Penentu Kejadian Gizi Buruk Stunting di Daerah
dengan Karakteristik Pertanian Lahan Kering Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Hasil yang diperoleh:5faktor penyebab
gizi buruk stunting menjadi penentu kejadian gizi buruk di desa Hueknutu, yaitu
kontinyuitas ketersediaan pangan rumahtangga (OR = 23,9), riwayat kelahiran
BBLR (OR = 7,8), riwayat sakit (OR = 4,5), pemberian ASI hingga 2 tahun (OR =
4,4), dan tingkatpengetahuan gizi ibu (OR = 4,2).Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal
2. Intje
Picauly, Noorce Ch. Berek, dan Diana Apipideli. 2019. Pentingnya Sarapan Sehat
Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Dan Pencegahan Stunting Pada Pelajar Smp
Negeri 16, Kelas IX Kota Kupang.Hasil
yang diperoleh: Dari 36 orang siswa kelas IX, kegiatan penyuluan ini
menemukan hasil bahwa sebanyak 31 orang siswa tidak sarapan melakukan sarapan
pagi sewaktu berangkat kesekolah. Setelah dikonfirmasi, diketahui bahwa 94%
siswa tersebut tidak terbiasa melakukan sarapan pagi.Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/download/63/58
3. AU
Zogara, Utma Aspatria, Ratna C. Dewi.2013. Pola Konsumsi Sayur dan Buah Pada
Anak Usia Sekolah yang Mengalami Obesitas. Hasil
yang diperoleh: Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi NTT, 2007 yang
menyebutkan bahwa kecukupan sayur dan buah pada anak usia sekolah di Kota
Kupang yg hanya 4,1%. Konsumsi sayur dan buah yg cukup akan membantu anak usia sekolah
untuk memenuhi kebutuhan serat harian sehingga mengurangi resiko obesitas yg
dapat berujung pada terjadinya penyakit degeneratif padamasa mendatang.Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/82/74
4. Risani
Rambu Podu Loya dan Nuryanto. 2017. Pola Asuh Pemberian Makan Pada Balita
Stunting Usia 6-12 Bulan Di Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Hasil yang diperoleh:Pola asuh
pemberian makan pada balita usia 6-12 bulan yang salah berpotensi menyebabkan
terjadinya stunting.Pola pemberian ASI maupun MP-ASI pada balita di Kabupaten
Sumba Tengah tidak memperhatikan kebutuhan zat gizi balita, frekuensi pemberian
yang benar, jenis makanan yang baik untuk tumbuh kembang balita oleh karena
rendahnya pengetahuan ibu subyek mengenai gizi seimbang. Sumber:https://media.neliti.com/media/publications/200664-pola-asuh-pemberian-makan-pada-bayi-stun.pdf
5. Marselinus
Laga Nur dan Lewi Jutomo. 2020. Deteksi Dini Stunting Pada Jemaat GMIM
Kapernaum Tenau. Hasil yang diperoleh:
Berdasarkan hasil evaluasi diketahui terdapat peningkatan jumlah peserta yang
mengetahui dan memahami beberapa hal yang terkait dengan stunting yaitu:
hubungan zat gizi dengan stunting,penyebab,dampak dan pencegahan dari stunting.Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker
6. Intje
Picauly,Grouse Oematan, dan Amelya B. Sir.2020.Keterpaparan Orang Tua Murid
Dalam Proses Transformasi Informasi Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak
Sekolah Dasar Di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh:Dari hasil penyuluhan yang dilakukan sebanyak
93% orang tua/wali mempunyai nilai post test yang baik. Hal ini berarti bahwa
kreasi sarapan sehat dan praktis saat merencanakan menu sarapan, yang kaya kandungan protein dan serat dalam
makanan akan lebih baik. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64/59
7.
Maria Ratu, Intje Picauly, Soleman Landi.
2020. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi dan
Personal Hygiene Dengan Pola Konsumsi Ibu Hamil Di Daerah Lokus Stunting
Kabupaten Timor Tengah Utara.Hasil
yang diperoleh:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah pola konsumsi ibu
hamil (ρ= 0,015) dan personal hygiene (ρ= 0,023), sedangkan faktor yang tidak
berhubungan adalah riwayat penyakit infeksi (ρ= 0,078). Faktor pola konsumsi
ibu hamil (ρ= 0,015) merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi status
gizi ibu hamil. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64/59
8. Intje
Picauly, Sarah Lery Mboeik, Theresia Sri Lendes, dan Sherly Hayer. 2020.
Pendampingan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten
Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil yang diperoleh : Tingkat Pendidikan sangat berpengaruh pola
perumusan program kegiatan dalam penanggulangan Stunting di Kabupaten Manggarai
Barat. Sumber : https://
pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/68
9. Pzalmine
C.A. Benusu, Utma Aspatria, Intje Picauly.2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
terhadap Ketersediaan Pangan Pokok Rumah Tangga Pwtani di Desa Meotroi
Kecamatan Laen Manen Kabupaten Belu. Hasil
yang diperoleh: Ada beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi
ketersediaan pangan pokok pada tingkat rumahtangga yaitu: jumlah anggota
rumahtangga, pengetahuan gizi ibu, bantuan pangan, produksi pangan, tingkat
pendapatan rumah tangga dan pembelian pangan. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal
10. Laraeni
Y, Suhaema, Irianto dan Faridha SN.2018.Pila Konsumsi Pada Anak Stunting dan
non Stunting Usia 12-23 Bulan di Kelurahan
Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Hasil yang diperoleh: Pola konsumsi energi,protein, vitamin A dan
Zink non stunting yaitu yidak sesuai, sedangkan pola konsumsi pada anak non
stunting yaitu sesuai. Sumber:http://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI
C.
Pembahasan
Pola
konsumsi pangan masyarakat di wilayah kepulauan lahan kering seperti Provinsi
Nusa Tenggara Timur umumnya sangat tergantung dari jenis tanaman pangan yang di
dibudidayakan, karena jenis pangan yang dikonsumsi hampir seluruhnya diperoleh
dari kegiatan bercocok tanam rumahtangga.Jenis pangan pokok yang dikonsumsi
pada umumnya adalah kombinasi antara jagung dan beras.Pada awal musim panen,
jenis pangan pokok yang dikonsumsi masyarakat adalah jagung dan beras.Pada saat
persediaan hasil panen semakin menipis, maka pola pangan pokoknya mulai
bergeser ke arah beras yang diperoleh dengan jalan membeli.Pada musim kemarau,
masyarakat juga mengkonsumsi singkong sebagai pangan pokok subtitusi karena
pada saat tersebut ketersediaan hasil panen jagung sudah semakin menipis dan
rumahtangga tidak memiliki cukup uang untuk membeli pangan pokok beras.
D.Daftar
Pustaka
1. Gustaf
Oematan. 2020. Faktor-faktor Penentu Kejadian Gizi Buruk Stunting di Daerah
dengan Karakteristik Pertanian Lahan Kering Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal
2. Intje
Picauly, Noorce Ch. Berek, dan Diana Apipideli. 2019. Pentingnya Sarapan Sehat
Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Dan Pencegahan Stunting Pada Pelajar Smp
Negeri 16,Kelas IX Kota Kupang.Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/download/63/58
3. AU
Zogara, Utma Aspatria, Ratna C. Dewi.2013. Pola Konsumsi Sayur dan Buah Pada
Anak Usia Sekolah yang Mengalami Obesitas. mendatang.Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/82/74
4. Risani
Rambu Podu Loya dan Nuryanto. 2017. Pola Asuh Pemberian Makan Pada Balita
Stunting Usia 6-12 Bulan Di Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Sumber:https://media.neliti.com/media/publications/200664-pola-asuh-pemberian-makan-pada-bayi-stun.pdf
5. Marselinus
Laga Nur dan Lewi Jutomo. 2020. Deteksi Dini Stunting Pada Jemaat GMIM
Kapernaum Tenau. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker
6. Intje
Picauly,Grouse Oematan, dan Amelya B. Sir.2020.Keterpaparan Orang Tua Murid
Dalam Proses Transformasi Informasi Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak
Sekolah Dasar Di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64/59
7. Maria
Ratu, Intje Picauly, Soleman Landi. 2020. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang
Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi dan Personal Hygiene Dengan Pola Konsumsi Ibu
Hamil Di Daerah Lokus Stunting Kabupaten Timor Tengah Utara. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64/59
8. Intje
Picauly, Sarah Lery Mboeik, Theresia Sri Lendes, dan Sherly Hayer. 2020.
Pendampingan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten
Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber : https://
pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/68
9. Pzalmine
C.A. Benusu, Utma Aspatria, Intje Picauly.2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
terhadap Ketersediaan Pangan Pokok Rumah Tangga Pwtani di Desa Meotroi
Kecamatan Laen Manen Kabupaten Belu. Sumber:https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal
10. Laraeni
Y, Suhaema, Irianto dan Faridha SN.2018.Pila Konsumsi Pada Anak Stunting dan
non Stunting Usia 12-23 Bulan di Kelurahan
Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Sumber: http://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI
13. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/1290/3/BAB%20II.pdf
14. https://uwityangyoyo.wordpress.com/2009/04/12/pengelolaan-agroekosistem-lahan-kering/
15. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jsl/article/view/10796

Komentar
Posting Komentar