MAKALAH HUBUNGAN FAKTOR PENGETAHUAN TENTANG GIZI DAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh Kel 2

 

HUBUNGAN FAKTOR PENGETAHUAN TENTANG GIZI DAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING


Dosen MK. Dasar Ilmu Gizi Kesmas : DR. INTJE PICAULY



Disusun Oleh


                                          1. Josua Eredienst Elfeto (2007010182)

                                          2. Edmon Juldaimon Kase(2007010048)

                                          3. Sarini Eik (2007010039)

                                          4. Arini Novita Ati(2007010059)

                                          5. Lyandra Zadriana Apliana Feoh (2007010092)


 

Kelas D 

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Nusa Cendana

2021/2022

      




KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada kami untuk menyelesaikan makalah ini.Atas rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Hubungan Faktor Pengetahuan tentang Gizi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kepulauan Lahan Kering” tepat waktu.Makalah “Hubungan Faktor Pengetahuan tentang Gizi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kepulauan Lahan Kering” disusun guna memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Dasar Ilmu Gizi di Undana.Selain itu, kami juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang gizi.

Kupang, 01 Februari 2021

                                                                                                                                  Tim/Kelompok 2




DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar.................................................................................................................. ii

Daftar Isi............................................................................................................................ iii

A.Batasan Istilah Menurut Pakar/Ahli

1.1  Istilah/Pengertian Stunting................................................................................................ 1

1.2  Pengetahuan Tentang Gizi................................................................................................. 2

1.3  Kepulauan Lahan Kering................................................................................................... 4

B. Review Hasil Penelitian Terdahulu............................................................................. 4

C. Pembahasan................................................................................................................... 7

Daftar Pustaka....................................................................................................................9


A.  A          . Batasan Istilah  Menurut PAKAR

1.1   Istilah/Pengertian Stunting

Berikut definisi dan pengertian Stunting menurut para Ahli/Pakar :

·         Menurut Trihono dkk (2015), Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks BB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/severely stunted). 

·         Menurut Millennium Challenge Account (2014), stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. 

·         Menurut WHO (2006), Stunting adalah gangguan pertumbuhan ditinjau berdasarkan parameter antropometri tinggi badan menurut umur merupakan bagian dari kekurangan gizi maupun infeksi kronis yang ditunjukkan dengan z-score <-2 standar deviasi. 

·         Menurut UNICEF (2013), Stunting adalah indicator status gizi TB/U sama dengan atau kurang dari minus dua standar deviasi (-2 SD) di bawah rata-rata standar atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak lain seumurnya, ini merupakan indikator kesehatan anak yang kekurangan gizi kronis yang memberikan gambaran gizi pada masa lalu dan yang dipengaruhi lingkungan dan sosial ekonomi.

·         Menurut Kemenkes RI (2016), Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada parameter Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), hasil pengukuran antropometri berdasarkan parameter tersebut dibandingkan dengan standar baku WHO untuk menentukan anak tergolong pendek (<-2 SD) atau sangat pendek (<-3 SD).

 

1.2  Pengertian Gizi

 

Gizi atau Nutrisi ialah zat pada makanan yang dibutuhkan oleh organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan yang dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh yang meliputi protein, vitamin, mineral, lemak dan air.Zat gizi diperoleh dari makanan yang didapatkan dalam bentuk sari makanan dari hasil pemecahan pada sistem pencernaan.Gizi merupakan suatu cabang ilmu yang memiliki beberapa definisi yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Definisi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

·         Sunita Almatsier (2009), Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.

·         Sunita Almatsier (2009), Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.

·         I Dewa Nyoman Supariasa dkk (2002), Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.

·         UU No. 7 Tahun 1996 Tentang : Pangan, adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.

·         Departemen Kesehatan RI (2000), Makanan adalah semua bahan dalam bentuk olahan yang dimakan manusia kecuali air dan obat-obatan.

·         Sunita Almatsier (2009), Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

·         Ahmad (2004), Ilmu gizi merupakanilmu yang menggunakan berbagai disiplin ilmu dasar seperti biokimia, ilmu hayat (fisiologi),ilmu pemyakit (patologi), dan beberapa ilmu lainnyajadi untuk menguasai bagian bagian ilmu dasar tersebut yang relevan dengan ilmu gizi. 


 Adapun pengertian gizi dari beberapa para ahli sebagai berikut :

·         Tuti Sunardi (2006)

Mengatakan bahwa pengertian gizi ialah sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh yang dapat mempertahankan kehidupan.

·         Lioni Ellis H ( 2015)

Mengatakan bahwa pengertian gizi ialah komponen penting yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang.

·         Harry Oxorn Dan William R. Forte (2010)

Mengemukakan tentang pengertian gizi yang berarti gizi memiliki pengertian yang luas bukan hanya jenis-jenis pangan dan gunanya bagi badan melainkan juga mengenal cara-cara memperoleh serta mengolah dan mempertimbangkan agar kita tetap sehat.

·         Chairinniza K. Graha (2015)

Mengemukakan tentang pengertian gizi yang berarti gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan dimana unsur-unsur dapat memberikan manfaat bagi tubuh yang mengkonsumsinya sehingga menjadi sehat.

 

 1.3   Pengertian Kepulauan Lahan Kering

Lahan Kering Hamparan lahan yang tidak pernah Digenangi Dan tergenang air pada sebagian besar waktu Dalam setahun.Istilah lahan kering seringkalidigunakan untuk padanan Upland, Dryland atau Unirrigated gland.Kedua istilah terakhir Mengisyaratkan pengunaan lahan untuk pertanian tadah hujan.

·         Notohadinegoro (2000) menyatakan bahwan upland menunjukan lahan yang berada di suatu wilayah berkedudukan lebih tinggi yang diusahakan tanpa penggenangan air seperti padi sawah.

·         Adimihardja et al (2000) menyatakan lahan kering adalah hamparan lahan yang tidak pernah digenangi atau tergenang air pada sebagian besar waktu dalam setahun yang dimaksudkan dengan lahan kering dalam tulisan ini  adalah lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman dan tidak pernahdigenangi atau tergenang air pada sebagian besar waktu dalam setahun.

B.     Review Hasil Penelitian Terdahulu

Beberapa hasil penelitian terkait yang telah dilakukan sebelumnya adalah :

1.      Intje Picauly dan Sarci Magdalena Toy. 2013. Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Hasil yang diperoleh : Tinggi badan orang tua yang pendek, tingkat pendidikan orang tua yang rendah, dan tingkat pendapatan orang tua yang rendah serta status ibu balita (bekerja dan tidak bekerja) merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian stunting. Sumber : https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/download/2670/1910

2.    Gustaf Oematan dan Utma Aspatria. 2013. Faktor –Faktor Penentu Kejadian Gizi Buruk Stunting di Daerah dengan Karakteristik Pertanian Lahan Kering Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil yang di peroleh : Faktor penentu kejadian gizi buruk di desa Hueknutu pada taraf signifikansi sebesar 10%, yaitu kontinyuitas ketersediaan pangan rumah tangga (OR = 23,9), riwayat kelahiran BBLR (OR = 7,8), riwayat sakit (OR = 4,5), pemberian ASI hingga 2 tahun (OR = 4,4), dan tingkat pengetahuan gizi ibu (OR = 4,2). Sumber :https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/88

3. Yohakim Dawi, Intje Picauly, dan Lewi Jutomo. 2013. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Sikap Anak Sekolah dengan Perilaku Memilih Makanan Jajanan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kota Kupang. Hasil yang diperoleh : pengetahuan gizi dan sikap tidak berpengaruh nyata terhadap perilaku anak sekolah dalam memilih makanan jajanan. Sumber :https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/86

4.  Mervin Tamelan, Utma Aspatria dan Intje Picauly. 2009. Pengaruh Media Pelapis terhadap Daya Terima dan kandungan gizi sosis sapi. Hasil yang diperoleh :Penggunaan media pelapis sosis sapi memberikan perbedaan yang sangat nyata (p<0,01)  terhadap Daya Terima aroma, keempukan, warna dan tekstur sosis sapi. Daya Terima cita rasa sosi sapi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) antara ketiga perlakuan. Sumber : https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/31

5.   Anastasia T Astuti, Utma Aspatria dan Lewi Jutomo. 2013. Kajian Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ASI dan Pola Laktasi pada Bayi di Kelurahan Sikumana. Hasil yang diperoleh : lama dan frekuensi menyusui di mana hanya 2 responden (2,94%) yang mempunyai kebiasaan memberikan ASI dalam tempo > 20 menit dengan frekuensi ≥ 12x/hari, lama pemberian ASI di mana sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif pada anaknya dengan presentase (67,65%), posisi pemberian ASI di mana 8 responden (11,76%) menyusui bayinya dengan posisi berbaring. Sedangkan untuk teknik menyusui hanya 2 responden (2,94%) saja yang memberikan ASI dengan bantuan dot/gelas. Rata-rata ibu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ASI (64,71%). Sumber :https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/artic     

6.   AU Zogara, Utma Aspatria dan Ratna C. Dewi. 2013. Pola Konsumsi Sayur Dan Buah-Buahan Pada Anak Usia Sekolah Yang Mengalami Obesitas. Hasil yang diperoleh :Secara keseluruhan konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah yang mengalami obesitas di SDK Don Bosko 1 Kupang masih rendah sehingga terjadi obesitas. Sumber : https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/82

7.  Pzalmine C. A. Benusu, Utma Aspatria dan Intje Picauly. 2013. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketersediaan Pangan Pokok Rumah Tangga Petani di Desa Meotroi Kecamatan Laen Manen, Kabupaten Belu. Hasil yang diperoleh : Faktor -faktor  yang  memiliki  pengaruh  nyata  dengan  ketersediaan  pangan    pokok rumah  tangga  petani  di  Desa  Meotroi  adalah  jumlah  anggota  rumah  tangga,  factor produksi pangan pokok, dan pembelian pangan pokok. Sumber : https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/87

8.   Maria Ratu, Intje Picauly dan Soleman Landi. 2020. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi dan Personal Hygiene Dengan Pola Konsumsi Ibu Hamil di Daerah Lokus Stunting Kabupaten Timor Tengah Utara. Hasil yang diperoleh : Hasil  uji  regresi  logistik  sederhana  menunjukkan  ρ  value  dari  variabel pengetahuan ibu tentang gizi yaitu 0,002 (ρ<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan  ibu  tentang  gizi  dengan  pola  konsumsi. Sumber : https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/76

9. Lusianus Nawa, Intje Picauly dan Marselinus Laga Nur. 2012.Faktor-Faktor ynag Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Defisiensi Zat Besi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang Tahun 2012. Hasil yang diperoleh :Ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, pola makan, dan frekuensi dan kualitas antenatal care dengan kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang (ρ = 0,000). Sumber : https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/85

10.  Demsa Simbolon, Desri Suryani dan Epti Yorita. 2015. Model Prediksi dan Sistem Skoring Pencegahan dan Penanggulangan Stunting pada Balita di Indonesia. Hasil yang diperoleh : Model prediksi menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan stunting balita adalah berat lahir, paritas, jenis kelamin, umur ibu saat melahirkan, tinggi badan ibu, kelengkapan imunisasi, pendidikan ibu, tempat tinggal keluarga dan jumlah tablet Fe yang dikonsumsi ibu selama hamil. Faktor risiko dominan yang berhubungan dengan stunting adalah berat BBLR dan ibu pendek. Upaya intervensi stunting difokuskan pada perbaikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Sumber : https://journal.unnes.ac.id/nju/indeks.php/kemas/article/downloadSuppFile/13415/2136


C. PEMBAHASAN

Gizi merupakan faktor yang sangat penting dan menjadi salah satu penentu utama kualitas  sumber daya  manusia  dan  kebutuhan  gizi  berlangsung  dalam seluruh  siklus kehidupan  manusia,  terutama  pada  masa-masa  awal  pertumbuhannya. Jika dikaitkan dengan stunting yang dimana merupakan masalah kurang gizi kronis, maka salah faktor yang menyebabkan stunting ialah tingkat pengetahuan gizi.Berdasarkan beberapa penelitian yang di lakukan menunjukan bahwa jika tingkat pengetahuan gizi tinggi maka presentasi untuk mengalami stunting pun kecil.

Namun, tingkat pengetahuan gizi bukan merupakan faktor utama seorang mengalami stunting. Adapun beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan stunting yaitu riwayat sakit, pemberian ASI, riwayat BBLR, dan kontinuitas kesediaan pangan.Oleh  karena  itu,  kajian  yang  mendalam  terhadap  faktor penentu  yang  menyebabkan stunting  sangat  perlu  diperhatikan  agar  masalah stunting yang  selalu  dihadapi terutama di wilayah kepulauan lahan kering  dapat  diatasi  dengan  program  yang  tepat  waktu  dan tepat sasaran.

Pengetahuan dan tindakan merupakan komponen dan prasyarat penting terjadinya perubahan sikap dan perilaku gizi untuk menurunkan masalah gizi atau stunting. Pengetahuan mengenai gizi menyumbangkan pengaruh yang cukup besar terhadap status gizi seseorang. Tingkat pengetahuan gizi seseorang akan mempengaruhi tindakan. Kurangnya pengetahuan mengenai gizi akan mengurangi kemampuan  seseorang dalam menerapkan informasi gizi dalam kehidupannya sehari-hari.

Pengetahuan tentang gizi sangat penting untuk pertumbuhan manusia terutama pada anak. Karena pemberian gizi yang cukup dan seimbang tentu sangat mempengaruhi pertumbuhan, dimana jika orang tua memiliki pengetahuan yang baik tentang asupan gizi seimbang maka pertumbuhan anak juga akan baik, begitu pula sebaliknya.  Jadi, jika pengetahuan tentang gizi seseorang tinggi terutama orang tua di walayah  lahan kering maka presentase kejadian stunting yang terjadi pun semakin rendah.

2.      

DAFTAR PUSTAKA

Intje Picauly dan Sarci Magdalena Toy. 2013. Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/download/2670/1910

Gustaf oematan Dan Utma Aspatria. 2013. Faktor-Faktor Penentu kejadian gizi Buruk stunting Di daerah dengan karakteristik Pertanian Lahan kering Kabupaten Kupang ,Provinsi Nusa Tenggara Timur.  https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/88

Yohakim Dawi, Intje picauly Dan Lewi Jutomo. 2013 . Hubungan pengetahuan gizi dan sikap anak sekolah dengan perilaku memilih  makanan jajanan di sekolah menengah pertama ( SMP ) negeri 2 Kota Kupang. https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/86

Mervin Tamelan, Utma Aspatria dan Intje Picauly.2009 . Pengaruh Media Pelapis terhadap Daya Terima dan kandungan gizi sosis sapi. https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/31

Anastasia T Astuti, Utma Aspatria Dan Lewi Jutomo. 2013. Kajian Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi dan Pola Laktasi Pada Bayi Di kelurahan sikumana. https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/83

AU Zogara, Utma Aspatria dan Ratna C. Dewi. 2013. Pola Konsumsi Sayur Dan Buah-Buahan Pada Anak Usia Sekolah Yang Mengalami Obesitas.

https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/82

Pzalmine C. A. Benusu, Utma Aspatria dan Intje Picauly. 2013. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketersediaan Pangan Pokok Rumah Tangga Petani di Desa Meotroi Kecamatan Laen Manen, Kabupaten Belu.https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/87

Maria Ratu, Intje Picauly dan Soleman Landi. 2020. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi dan Personal Hygiene Dengan Pola Konsumsi Ibu Hamil di Daerah Lokus Stunting Kabupaten Timor Tengah Utara.

https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/76

Lusianus Nawa, Intje Picauly dan Marselinus Laga Nur. 2012.Faktor-Faktor ynag Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Defisiensi Zat Besi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang Tahun 2012.https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/85

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2016/06/12-pengertian-gizi-menurut-para-ahli-dan-who-lengkap.html

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-gizi/

https://www.kajianpustaka.com/2019/08/pengertian-penyebab-dan-pencegahan-stunting.html

htt              p://www.litbang.pertanian.go.id/buku/Lahan-Kering-Ketahan/BAB-V-2.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALA HUBUNGAN FAKTOR PENDIDIKAN NORMAL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh Kelompok 1

HUBUNGAN FAKTOR RIWAYAT ATAU KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh kel 11

Makalah Hubungan Faktor Budaya Makan (Pantangan makanan) dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kepulauan Lahan Kering oleh Kel 9