MAKALAH HUBUNGAN FAKTOR JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN KEJADIAN STUNTING DIWILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh kel 4

                           

HUBUNGAN FAKTOR JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN KEJADIAN

STUNTING DIWILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING

Dosen MK. Dasar Ilmu Gizi : DR. Intje Picauly


 


DISUSUN OLEH

1.      BECKHAM B.GRAHAM  HENUKH  (2007010155)

2.      DOMINIKA SOFIA GELLO                 (2007010076)

3.      GRACE SANDRA ATTY                      (2007010171)

4.      VITRILIA M.GRASELA SERAN        (2007010132)

5.      ERNA NEWA WEY                              (2007010167)



                                    FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

                                           UNIVERSITAS NUSA CENDANA

                                                                         2021

                                        

                                                          KATA PENGANTAR

               Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunianya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan selesai pada waktunya.makalah ini diberi judul “Hubungan Faktor Jumlah Anggota Keluarga dan Kejadian Stunting Diwilayah Kepulauan Lahan Kering”.   Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Dasar Ilmu Gizi dari dosen pengasuh mata kuliah.Selai itu,makalah ini juga bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan bagi kami sebagai penulis dan bagi para pembaca,khususnya dalam hal determinan stunting diwilayah yang berlahan kering.

                Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya.Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi.

 

 

                                                                                                             Kupang, 1 Februari 2021

            

                                                                                                                   Tim/ Kelompok 4

                                                             

                                                              DAFTAR ISI


 KATA PENGANTAR.............................................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii

A. BATASAN ISTILAH MENURUT PAKAR/AHLI............................................................. 1

1.1.  Istilah/Pengertian Stunting............................................................................................... 2

1.2.  Jumlah Anggota Keluarga................................................................................................ 2

1.3.  Kepulauan Lahan Kering.................................................................................................. 3

B. REVIEW HASIL PENELITIAN TERDAHULU................................................................ 4

C.  PEMBAHASAN................................................................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 7


A.Batasan Istilah Menurut Pakar

 1.1 Istilah/Pengertian Stunting

       Berikut ini beberapa definisi/pengertian menurut para Ahli/Pakar:

  1. ·         Menurut Trihono dkk (2015) : Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks BB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/severely stunted).
  2. ·         Menurut Millennium Challenge Account (2014) : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
  3. ·         Menurut WHO (2006) : Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.
  4. ·         Menurut UNICEF (2006)   : Stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.
  5. ·         Menurut Kemenkes RI (2016) : Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada parameter Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), hasil pengukuran antropometri berdasarkan parameter tersebut dibandingkan dengan standar baku WHO untuk menentukan anak tergolong pendek (<-2 SD) atau sangat pendek (<-3 SD).
  6. ·         Pakar gizi Prof dr Siti Fatimah Muis SpG (K) (2001) : mengatakan stunting bisa dicegah sejak anak masih dalam kandungan. Menurut dia, parameter pencegahan "stunting" sebenarnya bisa dilihat saat ibu hamil karena kondisi janin di perut membutuhkan pemenuhan gizi optimal hingga 1.000 hari sejak kehidupan pertama.
  7. ·         Stunting adalah keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak – anak lain seusianya (MCN, 2009).


1.2 Istilah/ Pengertian Jumlah Anggota Keluarga.

Terdapat beberapa definisi keluarga dari beberapa sumber, yaitu:

  •     Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986).
  • ·         Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya,1978 ).
  • ·         Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan -beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan RI, 1988).
  • ·         Keluarga adalah pemelihara suatu kebudayaan bersama yang diperoleh pada hakekatnya dari kebudayaan umum, tetapi   dalam suatu masyarakat yang kompleks masing-masing keluarga mempunyai ciri-ciri yang berlainan dengan keluarga lain. Berbeda kebudayaan dari setiap keluarga timbul melalui komunikasi anggota-anggota keluarga yang merupakan gabungan dari pola-pola tingkah laku individu. (dalam Khairudin, 1985).


 1.3 Istilah/Pengertian Kepulauan Lahan Kering 

Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah salah satu propinsi yang dikenal sebagai propinsi dengan latarbelakang kepulauan lahan kering. Berikut adalah beberapa definisi dari para ahli/Pakar tentang  Kepulauan Lahan Kering :

  •         Soil Survey Staff (1998) dalam Haryati (2002) menyatakan bahwa Lahan Kering adalah hamparan lahan yang tidak pernah tergenang atau digenangi air selama periode sebagian besar waktu dalam setahun pada suatu kepulauan tertentu.Tipologi lahan ini dapat dijumpai dari dataran rendah (0-700 m dpl) hingga dataran tinggi (> 700m dpl).
  •         Menurut Hidayat dkk (2000) lahan kering adalah hamparan lahan yang tidak pernah digenangi air atau tergenang air pada sebagian waktu selama setahun.
  •     Lahan kering adalah bagian dari ekosistem teresterial yang luasnya relatif luas dibandingkan dengan lahan basah (Odum, 1971).

B. Review Hasil Penelitian Terdahulu

     Beberapa hasil penelitian terkait yang telah di lakukan sebelumnya adalah :

1.  Intje Picauly, Grouse Oematan,Amelya B Sir.2020.Keterpaparan Orang Tua Murid Dalam Proses Transformasi Informasi Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh :

Materi penyuluhan  Sarapan  sangat  dianjurkan  untuk  menjadi  kebiasaan  setiap pagi   sebelum   beraktivitas.   Terutama   bagi   anak   sekolah.   Berbagai   penelitian   telah membuktikan  bahwa  sarapan  dapat  meningkatkan  performa  anak  di  sekolah.  Sebuah penelitian  pada  tahun  2000  oleh Lluch andBlundellmenyatakan  adanya  pengaruh sarapan  terhadap  kemampuan  kognitif  anak.  Sedangkan  penelitian  lain  pada  tahun 2017menemukan  bahwa  melewatkan  sarapan  dapat  menurunkan  kemampuan  pemecahan masalah  pada  anak. Gibson  &  Gunn (2011)  juga  menyatakan  bahwa  bagi  anak  sekolah, sarapan terbukti dapat meningkatkan kemampuan belajar dan stamina anak. Oleh karena itu,  sebaiknya  Ibumengawali  hari  dengan  memberikan  sarapan  bernutrisi  untuk  anak dengan   bersih   dan   sehat. Ini   adalah   sedikit   dari   banyak   penelitian   yang   semakin mendasari  pentingnya  sarapan  pada  anak  sekolah.  Anak  usia  6-12  tahun  membutuhkan asupan   gizi   lebih   banyak   dibandingkan   dengan   usia   pertumbuhan   lainnya.   Agar perkembangannya optimal, anak-anak di usia tersebut memerlukan asupan gizi seimbang setiap   harinya   dengan   mengkonsumsi   makanan   yang beragam   dan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam pola makan yang teratur.

             Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64

2. Marselinus Laga Nur dan Lewi Jutomo.2020.Deteksi Dini Stunting Pada Jemaat Gmim Kapernaum Tenau. Hasil yang diperoleh : Hasil yang dicapai adalah peningkatan jumlah peserta yang mengetahui dan memahami beberapa hal yang terkait dengan stunting yaitu, hubungan zat gizi dengan stunting, penyebab, dampak dan pencegahan dari stunting. Selain itu bagi para pelayan telah memiliki keterampilan antropometri dan mengolah bahan pangan lokal bergizi, yang nanti keterampilan tersebut diharapkan dapat berguna untuk deteksi dini dan sekaligus pencegahan stunting.

Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/73


3.      Intje Picauly,Sarah Lery Mboeik,Theresia Sri Lendes, Sherly Hayer.2020.Pendampingan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil yang diperoleh :

Berdasarkan riview kinerja oleh Tim Pokja Stunting Propinsi NTT diketahui bahwa kinerja Kabupaten Manggarai Barat masih sangat rendah. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan konvergensi dilevel pemerintah daerah bersama semua stakeholder (pihak non pemerintah/swasta) masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pendampingan ini dirasakan perlu dilakukan untuk memantau secara dekat kendala-kendala dilapangan. Adapun metode pendampingan yang dilakukan adalah kombinasi antara metode penyuluhan dan simulasi.  Hasil yang diperoleh adalah rendahnya pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang stunting dan fungsi konvergensi serta pelaksanaan lintas stakeholder yang masih buruk. Rekomendasi yang di berikan adalah meningkatkan pemahaman ASN tentang stunting dan konvergensi, mensimulasikan mekanisme konvergensi serta menyempurnakan data analisis situasi untuk kelengkapan data konvergensi di aksi selanjutnya.

             Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/68

4.   Esther Gasperz,Intje Picauly,Masrida Sinagas.2020.Hubungan Faktor Pola Konsumsi, Riwayat Penyakit Infeksi, Dan Personal Hygiene Dengan Status Gizi Ibu Hamil Di Wilayah Lokus Stunting Kabupaten Timur Tengah Utara. Hasil yang diperoleh :

Hasil analisis menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan ketersediaan pangan  pada rumah tangga petani pada kedua desa ialah faktor tingkat pendapatan yang memberikan pengaruh positif sedangkan jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu tidak memberikan pengaruh terhadap ketersediaan pangan pada rumah tangga petani.

              Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/77

5.   Kudji Herewila dan Marthen Robinson Pellokila.2020.Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Usaha Pengolahan Singkong Di Desa Maulafa, Kecamatan Kota Baru Kota Kupang. Hasil yang diperoleh :  Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya kegiatan proses transformasi informasi tim penyuluh kepada peserta kegiatan.  Hal ini tergambar dari komentar dan komitmen para petani untuk merubah strategi pengolahan pemasaran hasil pertanian (singkong) mereka dalam  upaya peningkatan pendapatan keluarga.

              Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/72

6.  Sitti Ratna Sari,Anna H. Talahatu,Amelya B. Sir.2019.Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tingkat Pendidikan Dengan Pola Konsumsi Makanan Ibu Nifas Di  Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Hasil yang diperoleh : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pola konsumsi makanan ibu nifas adalah pengetahuan gizi (p = 0,001, r = 0,417), sikap ibu (p = 0,000, r = 0,445), dan variabel yang tidak berhubungan dengan konsumsi makanan ibu nifas. pola adalah tingkat pendidikan (p = 0,085). Puskesmas Alak perlu meningkatkan pendidikan kepada ibu postpartum tentang gizi dengan mempertimbangkan factor yang berhubungan dengan pola konsumsi untuk menghindari risiko komplikasi pascapersalinan karena kekurangan gizi.

              Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/50

7.  Theresia Noviayanti Bur,Intje Picauly,Rut Rosina Riwu. 2020. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola konsumsi pangan balita di wilayah kerja puskesmas Oepoi Kota Kupang. Hasil yang diperoleh : Hasil analisis secara bivariat dan multivariat menunjukan bahwa variabel pengetahuan gizi ibu (pValue : 0.004 < 0.05),Tingkat pendapatan keluarga (pValue : 0.000<0.05), dan jumlah anggota keluarga (pValue : 0.000<0.05) berhubungan dengan pola konsumsi pangan balita di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi.

             Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/75

8. Marthen Robinson Pellokila. 2020. Strategi pemasaran hasil pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani di desa baumata Utara kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh : Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya kegiatan proses transformasi informasi tim penyuluh kepada peserta kegiatan. Hal ini tergambar dari komentar dan komitmen para petani untuk merubah strategi pemasaran hasil pertanian mereka dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga.

             Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/67

9. Intje Picauly,Deviarbi Sakke Tira,Anna H Talahatu,Rinawati Sirait. 2020. Pentingnya sarapan sehat dalam peningkatan prestasi anak sekolah dasar di wilayah desa Kolbano, kecamatan Amanuban tengah. Kabupaten Timor tengah Selatan. Hasil yang diperoleh : Hasil yang diperoleh adalah persentase perubahan pengetahuan dari anak murid tentang pentingnya pemberian sarapan sehat dan bergizi. Sebagai langkah nyata keberlangsungan ke tahap perubahan tindakan mereka maka pihak sekolah bersama komite sekolah berkomitmen untuk terus mengawal anak-anak sekolah agar setiap kali kesekolah sudah mendapatkan sarapan yang sehat, bergizi dan cukup.

             Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/65

10. Deviarbi Sakke Tira,Anna H. Talahatu,Fransiskus G. Mado. 2020. Penyuluhan Tentang Personal Hygiene Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diare Dan Kecacingan Di Sekolah Dasar Inpres Tuadale Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh : Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan siswa/i terlihat dari kemampuan menjawab dengan benar berbagai point penting dari materi penyuluhan yang telah disampaikan, yang meliputi pengertian, jenis, cara dan manfaat serta dampak negatif dari tidak melakukan hygiene perorangan berdasarkan perbandingan jawaban siswa sebelum dan sesudah penyuluhan dan juga pada saat kegiatan evaluasi.

              Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/69

C. Pembahasan

      Dikutip dari situs Kemenkes, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Selain itu Stunting juga menunjukkan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak. Pada tahun 2019, survei membuktikan sekitar 30 persen balita Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak aspek, mulai dari aspek pendidikan hingga ekonomi. Stunting sangat penting untuk dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak.

     Dampak buruk stunting yang menghantui hingga usia tua membuat kondisi ini sangat penting untuk dicegah. Gizi yang baik dan tubuh yang sehat merupakan kunci dari pencegahan stunting. Berikut hal-hal yang harus diingat untuk mencegah stunting:

  •    Mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui.
  •        Memberikan nutrisi yang baik kepada Si Kecil, seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya seiring pertambahan usi
  •        Rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir.
  •        Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah.

       Status Sosial Ekonomi Keluarga, hasil pendapatan keluarga merupakan salah satu indikator sosial ekonomi keluarga lebih baik sehingga keluarga dapat mencukupi dan memenuhi kebutuhan konsumsi gizi dalam keluarga, didukung hasil penelitian yang menyatakan bahwa pekerjaan dan pendapatan orang tua sebagai petani berisiko anak mengalami stunting  pendapatan keluarga yang rendah berisiko terhadap stunting penelitian yang dilakukan di 3 propinsi di Indonesia yaitu Bali, Jawa Barat dan NTT faktor risiko stunting salah satunya adalah pendapatan ayah yang rendah .

      Hasil riset yang dilakukan di Kota Semarang menunjukkan bahwa tingkat social ekonomi keluarga yang rendah berisiko 11 kali mengalami stunting , Hasil riset di Propinsi Maluku menunjukkan variabel pendapatan keluarga yang rendah menjadi faktor risiko stunting penelitian yang dilakukan di India, Nepal, Ethiopia, dan Madagascar menyatakan bahwa faktor social ekonomi yang terkait dengan pendapatan dan kemiskinan berhubungan dengan stunting.

      Ibu tidak bekerja juga berisiko 3,11 kali mengalami stunting . panjang lahir, penelitian yang dilakukan di Kulon Progo bahwa panjang lahir pada bayi jika kurang dari 48 cm akan berisiko mengalami stunting pada waktu yang akan datang  berdasarkan penelitian di india bayi yang lahir dengan panjang badan kecil berisiko stunting  , penelitian di Depok diketahui bahwa panjang lahir bayi pendek berisiko terhadap anak stunting dikemudian hari , penelitian yang dilakukan Friska dkk menemukan bahwa panjang lahir pendek berisiko 16,4 kali mengalami stunting Untuk itu faktor jumlah anggota keluarga sangat berkaitan dengan kejadian stunting apa lagi hal tersebut terjadi di wilayah kepulauan lahan kering .Seperti yang kita ketahui bahwa wilayah lahan kering adalah wilayah yang pasokan airnya rendah dan terbatas bahkan ekstrim sekalipun.

 DAFTAR PUSTAKA

Intje Picauly, Grouse Oematan,Amelya B Sir.2020.Keterpaparan Orang Tua Murid Dalam Proses Transformasi Informasi Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64

Marselinus Laga Nur dan Lewi Jutomo.2020.Deteksi Dini Stunting Pada Jemaat Gmim Kapernaum Tenau. Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/73

Intje Picauly,Sarah Lery Mboeik,Theresia Sri Lendes, Sherly Hayer.2020.Pendampingan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/68

Esther Gasperz,Intje Picauly,Masrida Sinagas.2020.Hubungan Faktor Pola Konsumsi, Riwayat Penyakit Infeksi, Dan Personal Hygiene Dengan Status Gizi Ibu Hamil Di Wilayah Lokus Stunting Kabupaten Timur Tengah Utara. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/77

Kudji Herewila dan Marthen Robinson Pellokila.2020.Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Usaha Pengolahan Singkong Di Desa Maulafa, Kecamatan Kota Baru Kota Kupang. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/72

Sitti Ratna Sari,Anna H. Talahatu,Amelya B. Sir.2019.Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tingkat Pendidikan Dengan Pola Konsumsi Makanan Ibu Nifas Di  Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/50

Theresia Noviayanti Bur,Intje Picauly,Rut Rosina Riwu. 2020. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola konsumsi pangan balita di wilayah kerja puskesmas Oepoi Kota Kupang. . Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/75

Marthen Robinson Pellokila. 2020. Strategi pemasaran hasil pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani di desa baumata Utara kabupaten Kupang. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/67

Intje Picauly,Deviarbi Sakke Tira,Anna H Talahatu,Rinawati Sirait. 2020. Pentingnya sarapan sehat dalam peningkatan prestasi anak sekolah dasar di wilayah desa Kolbano, kecamatan Amanuban tengah. Kabupaten Timor tengah Selatan. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/65

Deviarbi Sakke Tira,Anna H. Talahatu,Fransiskus G. Mado. 2020. Penyuluhan Tentang Personal Hygiene Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diare Dan Kecacingan Di Sekolah Dasar Inpres Tuadale Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/69

https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal

https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALA HUBUNGAN FAKTOR PENDIDIKAN NORMAL DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh Kelompok 1

HUBUNGAN FAKTOR RIWAYAT ATAU KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh kel 11

Makalah Hubungan Faktor Budaya Makan (Pantangan makanan) dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kepulauan Lahan Kering oleh Kel 9