MAKALAH HUBUNGAN FAKTOR JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN KEJADIAN STUNTING DIWILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING oleh kel 4
HUBUNGAN
FAKTOR JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN KEJADIAN
STUNTING
DIWILAYAH KEPULAUAN LAHAN KERING
Dosen MK. Dasar Ilmu
Gizi : DR. Intje Picauly
DISUSUN OLEH
1. BECKHAM B.GRAHAM HENUKH (2007010155)
2. DOMINIKA
SOFIA GELLO (2007010076)
3. GRACE
SANDRA ATTY (2007010171)
4. VITRILIA
M.GRASELA SERAN (2007010132)
5. ERNA
NEWA WEY (2007010167)
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunianya dapat menyusun makalah ini
dengan baik dan selesai pada waktunya.makalah ini diberi judul “Hubungan Faktor
Jumlah Anggota Keluarga dan Kejadian Stunting Diwilayah Kepulauan Lahan
Kering”. Penyusunan makalah ini
bertujuan untuk memenuhi tugas Dasar Ilmu Gizi dari dosen pengasuh mata
kuliah.Selai itu,makalah ini juga bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan
bagi kami sebagai penulis dan bagi para pembaca,khususnya dalam hal determinan
stunting diwilayah yang berlahan kering.
Kami menyadari makalah ini
masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan
didalamnya.Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk
makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik
lagi.
Kupang, 1
Februari 2021
Tim/ Kelompok 4
KATA PENGANTAR.............................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii
A. BATASAN ISTILAH MENURUT
PAKAR/AHLI............................................................. 1
1.1. Istilah/Pengertian Stunting............................................................................................... 2
1.2. Jumlah Anggota Keluarga................................................................................................ 2
1.3. Kepulauan Lahan Kering.................................................................................................. 3
B. REVIEW HASIL PENELITIAN
TERDAHULU................................................................ 4
C.
PEMBAHASAN................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 7
A.Batasan
Istilah Menurut Pakar
1.1 Istilah/Pengertian Stunting
Berikut ini beberapa
definisi/pengertian menurut para Ahli/Pakar:
- · Menurut Trihono dkk (2015) : Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks BB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/severely stunted).
- ·
Menurut
Millennium Challenge Account (2014) : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis
yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat
pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
- ·
Menurut
WHO (2006) : Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan
gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak
sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru
terlihat saat anak berusia dua tahun.
- ·
Menurut
UNICEF (2006) : Stunting didefinisikan
sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah
minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari
standar pertumbuhan anak keluaran WHO.
- ·
Menurut
Kemenkes RI (2016) : Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada parameter
Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), hasil
pengukuran antropometri berdasarkan parameter tersebut dibandingkan dengan
standar baku WHO untuk menentukan anak tergolong pendek (<-2 SD) atau sangat
pendek (<-3 SD).
- ·
Pakar
gizi Prof dr Siti Fatimah Muis SpG (K) (2001) : mengatakan stunting bisa
dicegah sejak anak masih dalam kandungan. Menurut dia, parameter pencegahan
"stunting" sebenarnya bisa dilihat saat ibu hamil karena kondisi
janin di perut membutuhkan pemenuhan gizi optimal hingga 1.000 hari sejak
kehidupan pertama.
- ·
Stunting
adalah keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana
tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak – anak lain seusianya (MCN,
2009).
1.2
Istilah/ Pengertian Jumlah Anggota Keluarga.
Terdapat beberapa definisi keluarga
dari beberapa sumber, yaitu:
- Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986).
- · Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya,1978 ).
- · Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan -beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan RI, 1988).
- · Keluarga adalah pemelihara suatu kebudayaan bersama yang diperoleh pada hakekatnya dari kebudayaan umum, tetapi dalam suatu masyarakat yang kompleks masing-masing keluarga mempunyai ciri-ciri yang berlainan dengan keluarga lain. Berbeda kebudayaan dari setiap keluarga timbul melalui komunikasi anggota-anggota keluarga yang merupakan gabungan dari pola-pola tingkah laku individu. (dalam Khairudin, 1985).
1.3 Istilah/Pengertian Kepulauan Lahan Kering
Propinsi Nusa Tenggara
Timur adalah salah satu propinsi yang dikenal sebagai propinsi dengan
latarbelakang kepulauan lahan kering. Berikut adalah beberapa definisi dari
para ahli/Pakar tentang Kepulauan Lahan
Kering :
- Soil
Survey Staff (1998) dalam Haryati (2002) menyatakan bahwa Lahan Kering adalah
hamparan lahan yang tidak pernah tergenang atau digenangi air selama periode
sebagian besar waktu dalam setahun pada suatu kepulauan tertentu.Tipologi lahan
ini dapat dijumpai dari dataran rendah (0-700 m dpl) hingga dataran tinggi
(> 700m dpl).
- Menurut
Hidayat dkk (2000) lahan kering adalah hamparan lahan yang tidak pernah
digenangi air atau tergenang air pada sebagian waktu selama setahun.
- Lahan
kering adalah bagian dari ekosistem teresterial yang luasnya relatif luas
dibandingkan dengan lahan basah (Odum, 1971).
B.
Review Hasil Penelitian Terdahulu
Beberapa hasil penelitian terkait yang telah di lakukan sebelumnya adalah :
1. Intje Picauly, Grouse Oematan,Amelya B Sir.2020.Keterpaparan Orang Tua Murid Dalam Proses Transformasi Informasi Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh :
Materi penyuluhan Sarapan
sangat dianjurkan untuk
menjadi kebiasaan setiap pagi
sebelum beraktivitas. Terutama
bagi anak sekolah.
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa
sarapan dapat meningkatkan
performa anak di
sekolah. Sebuah penelitian pada
tahun 2000 oleh Lluch andBlundellmenyatakan adanya
pengaruh sarapan terhadap kemampuan
kognitif anak. Sedangkan
penelitian lain pada
tahun 2017menemukan bahwa melewatkan
sarapan dapat menurunkan
kemampuan pemecahan masalah pada
anak. Gibson & Gunn (2011)
juga menyatakan bahwa
bagi anak sekolah, sarapan terbukti dapat meningkatkan
kemampuan belajar dan stamina anak. Oleh karena itu, sebaiknya
Ibumengawali hari dengan
memberikan sarapan bernutrisi
untuk anak dengan bersih
dan sehat. Ini adalah
sedikit dari banyak
penelitian yang semakin mendasari pentingnya
sarapan pada anak
sekolah. Anak usia
6-12 tahun membutuhkan asupan gizi
lebih banyak dibandingkan dengan
usia pertumbuhan lainnya.
Agar perkembangannya optimal, anak-anak di usia tersebut memerlukan
asupan gizi seimbang setiap
harinya dengan mengkonsumsi makanan
yang beragam dan mengandung
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam pola makan yang
teratur.
Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64
2. Marselinus Laga Nur dan Lewi Jutomo.2020.Deteksi Dini Stunting Pada Jemaat Gmim Kapernaum Tenau. Hasil yang diperoleh : Hasil yang dicapai adalah peningkatan jumlah peserta yang mengetahui dan memahami beberapa hal yang terkait dengan stunting yaitu, hubungan zat gizi dengan stunting, penyebab, dampak dan pencegahan dari stunting. Selain itu bagi para pelayan telah memiliki keterampilan antropometri dan mengolah bahan pangan lokal bergizi, yang nanti keterampilan tersebut diharapkan dapat berguna untuk deteksi dini dan sekaligus pencegahan stunting.
Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/73
3. Intje Picauly,Sarah Lery
Mboeik,Theresia Sri Lendes, Sherly Hayer.2020.Pendampingan Aksi Konvergensi
Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa
Tenggara Timur. Hasil yang diperoleh :
Berdasarkan riview
kinerja oleh Tim Pokja Stunting Propinsi NTT diketahui bahwa kinerja Kabupaten
Manggarai Barat masih sangat rendah. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan
konvergensi dilevel pemerintah daerah bersama semua stakeholder (pihak non
pemerintah/swasta) masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pendampingan ini
dirasakan perlu dilakukan untuk memantau secara dekat kendala-kendala dilapangan.
Adapun metode pendampingan yang dilakukan adalah kombinasi antara metode
penyuluhan dan simulasi. Hasil yang
diperoleh adalah rendahnya pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang
stunting dan fungsi konvergensi serta pelaksanaan lintas stakeholder yang masih
buruk. Rekomendasi yang di berikan adalah meningkatkan pemahaman ASN tentang
stunting dan konvergensi, mensimulasikan mekanisme konvergensi serta
menyempurnakan data analisis situasi untuk kelengkapan data konvergensi di aksi
selanjutnya.
4. Esther Gasperz,Intje
Picauly,Masrida Sinagas.2020.Hubungan Faktor Pola Konsumsi, Riwayat Penyakit
Infeksi, Dan Personal Hygiene Dengan Status Gizi Ibu Hamil Di Wilayah Lokus
Stunting Kabupaten Timur Tengah Utara. Hasil yang diperoleh :
Hasil analisis
menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan ketersediaan pangan pada rumah tangga petani pada kedua desa
ialah faktor tingkat pendapatan yang memberikan pengaruh positif sedangkan
jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu tidak memberikan pengaruh
terhadap ketersediaan pangan pada rumah tangga petani.
Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/77
5. Kudji
Herewila dan Marthen Robinson Pellokila.2020.Analisis Nilai Tambah Dan
Pendapatan Usaha Pengolahan Singkong Di Desa Maulafa, Kecamatan Kota Baru Kota
Kupang. Hasil yang diperoleh :
Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya kegiatan proses
transformasi informasi tim penyuluh kepada peserta kegiatan. Hal ini tergambar dari komentar dan komitmen
para petani untuk merubah strategi pengolahan pemasaran hasil pertanian
(singkong) mereka dalam upaya
peningkatan pendapatan keluarga.
Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/72
6. Sitti
Ratna Sari,Anna H. Talahatu,Amelya B. Sir.2019.Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan
Tingkat Pendidikan Dengan Pola Konsumsi Makanan Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Hasil
yang diperoleh : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang
berhubungan dengan pola konsumsi makanan ibu nifas adalah pengetahuan gizi (p =
0,001, r = 0,417), sikap ibu (p = 0,000, r = 0,445), dan variabel yang tidak
berhubungan dengan konsumsi makanan ibu nifas. pola adalah tingkat pendidikan
(p = 0,085). Puskesmas Alak perlu meningkatkan pendidikan kepada ibu postpartum
tentang gizi dengan mempertimbangkan factor yang berhubungan dengan pola
konsumsi untuk menghindari risiko komplikasi pascapersalinan karena kekurangan
gizi.
Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/50
7. Theresia
Noviayanti Bur,Intje Picauly,Rut Rosina Riwu. 2020. Faktor-faktor yang
berhubungan dengan pola konsumsi pangan balita di wilayah kerja puskesmas Oepoi
Kota Kupang. Hasil yang diperoleh : Hasil analisis secara bivariat dan
multivariat menunjukan bahwa variabel pengetahuan gizi ibu (pValue : 0.004 <
0.05),Tingkat pendapatan keluarga (pValue : 0.000<0.05), dan jumlah anggota
keluarga (pValue : 0.000<0.05) berhubungan dengan pola konsumsi pangan
balita di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi.
Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/75
8. Marthen Robinson Pellokila. 2020. Strategi pemasaran hasil pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani di desa baumata Utara kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh : Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya kegiatan proses transformasi informasi tim penyuluh kepada peserta kegiatan. Hal ini tergambar dari komentar dan komitmen para petani untuk merubah strategi pemasaran hasil pertanian mereka dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga.
Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/679. Intje
Picauly,Deviarbi Sakke Tira,Anna H Talahatu,Rinawati Sirait. 2020. Pentingnya
sarapan sehat dalam peningkatan prestasi anak sekolah dasar di wilayah desa
Kolbano, kecamatan Amanuban tengah. Kabupaten Timor tengah Selatan. Hasil
yang diperoleh : Hasil yang diperoleh adalah persentase perubahan
pengetahuan dari anak murid tentang pentingnya pemberian sarapan sehat dan
bergizi. Sebagai langkah nyata keberlangsungan ke tahap perubahan tindakan
mereka maka pihak sekolah bersama komite sekolah berkomitmen untuk terus mengawal
anak-anak sekolah agar setiap kali kesekolah sudah mendapatkan sarapan yang
sehat, bergizi dan cukup.
Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/65
10. Deviarbi
Sakke Tira,Anna H. Talahatu,Fransiskus G. Mado. 2020. Penyuluhan Tentang
Personal Hygiene Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diare Dan Kecacingan Di
Sekolah Dasar Inpres Tuadale Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Hasil
yang diperoleh : Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan
pengetahuan siswa/i terlihat dari kemampuan menjawab dengan benar berbagai
point penting dari materi penyuluhan yang telah disampaikan, yang meliputi
pengertian, jenis, cara dan manfaat serta dampak negatif dari tidak melakukan
hygiene perorangan berdasarkan perbandingan jawaban siswa sebelum dan sesudah
penyuluhan dan juga pada saat kegiatan evaluasi.
Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/69
C.
Pembahasan
Dikutip dari situs Kemenkes, stunting
adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam
waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan
memiliki keterlambatan dalam berpikir. Selain itu Stunting juga menunjukkan
kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan
perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak
buruk untuk anak. Pada tahun 2019, survei membuktikan sekitar 30 persen balita
Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak aspek,
mulai dari aspek pendidikan hingga ekonomi. Stunting sangat penting untuk
dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki
dan dapat merugikan masa depan anak.
Dampak buruk stunting yang menghantui
hingga usia tua membuat kondisi ini sangat penting untuk dicegah. Gizi yang
baik dan tubuh yang sehat merupakan kunci dari pencegahan stunting. Berikut
hal-hal yang harus diingat untuk mencegah stunting:
- Mengonsumsi
makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama
menyusui.
- Memberikan
nutrisi yang baik kepada Si Kecil, seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi
penting lainnya seiring pertambahan usi
- Rutin
memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir.
- Menerapkan
pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki
sanitasi yang bersih di lingkungan rumah.
Status Sosial Ekonomi Keluarga, hasil
pendapatan keluarga merupakan salah satu indikator sosial ekonomi keluarga
lebih baik sehingga keluarga dapat mencukupi dan memenuhi kebutuhan konsumsi
gizi dalam keluarga, didukung hasil penelitian yang menyatakan bahwa pekerjaan
dan pendapatan orang tua sebagai petani berisiko anak mengalami stunting pendapatan keluarga yang rendah berisiko
terhadap stunting penelitian yang dilakukan di 3 propinsi di Indonesia yaitu
Bali, Jawa Barat dan NTT faktor risiko stunting salah satunya adalah pendapatan
ayah yang rendah .
Hasil riset yang dilakukan di Kota
Semarang menunjukkan bahwa tingkat social ekonomi keluarga yang rendah berisiko
11 kali mengalami stunting , Hasil riset di Propinsi Maluku menunjukkan
variabel pendapatan keluarga yang rendah menjadi faktor risiko stunting
penelitian yang dilakukan di India, Nepal, Ethiopia, dan Madagascar menyatakan
bahwa faktor social ekonomi yang terkait dengan pendapatan dan kemiskinan
berhubungan dengan stunting.
Ibu tidak bekerja juga berisiko 3,11 kali
mengalami stunting . panjang lahir, penelitian yang dilakukan di Kulon Progo
bahwa panjang lahir pada bayi jika kurang dari 48 cm akan berisiko mengalami
stunting pada waktu yang akan datang
berdasarkan penelitian di india bayi yang lahir dengan panjang badan
kecil berisiko stunting , penelitian di
Depok diketahui bahwa panjang lahir bayi pendek berisiko terhadap anak stunting
dikemudian hari , penelitian yang dilakukan Friska dkk menemukan bahwa panjang
lahir pendek berisiko 16,4 kali mengalami stunting Untuk itu faktor jumlah
anggota keluarga sangat berkaitan dengan kejadian stunting apa lagi hal
tersebut terjadi di wilayah kepulauan lahan kering .Seperti yang kita ketahui
bahwa wilayah lahan kering adalah wilayah yang pasokan airnya rendah dan
terbatas bahkan ekstrim sekalipun.
Intje Picauly, Grouse
Oematan,Amelya B Sir.2020.Keterpaparan Orang Tua Murid Dalam Proses
Transformasi Informasi Tentang Pentingnya Sarapan Sehat Bagi Anak Sekolah Dasar
di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/64
Marselinus Laga Nur dan
Lewi Jutomo.2020.Deteksi Dini Stunting Pada Jemaat Gmim Kapernaum Tenau. Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/73
Intje Picauly,Sarah Lery
Mboeik,Theresia Sri Lendes, Sherly Hayer.2020.Pendampingan Aksi Konvergensi
Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa
Tenggara Timur. Sumber:
http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/68
Esther Gasperz,Intje
Picauly,Masrida Sinagas.2020.Hubungan Faktor Pola Konsumsi, Riwayat Penyakit
Infeksi, Dan Personal Hygiene Dengan Status Gizi Ibu Hamil Di Wilayah Lokus
Stunting Kabupaten Timur Tengah Utara. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/77
Kudji Herewila dan
Marthen Robinson Pellokila.2020.Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Usaha
Pengolahan Singkong Di Desa Maulafa, Kecamatan Kota Baru Kota Kupang. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/72
Sitti Ratna Sari,Anna H.
Talahatu,Amelya B. Sir.2019.Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tingkat Pendidikan
Dengan Pola Konsumsi Makanan Ibu Nifas Di
Wilayah Kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/50
Theresia Noviayanti
Bur,Intje Picauly,Rut Rosina Riwu. 2020. Faktor-faktor yang berhubungan dengan
pola konsumsi pangan balita di wilayah kerja puskesmas Oepoi Kota Kupang. . Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal/article/view/75
Marthen Robinson
Pellokila. 2020. Strategi pemasaran hasil pertanian dalam upaya peningkatan
pendapatan petani di desa baumata Utara kabupaten Kupang. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/67
Intje Picauly,Deviarbi
Sakke Tira,Anna H Talahatu,Rinawati Sirait. 2020. Pentingnya sarapan sehat
dalam peningkatan prestasi anak sekolah dasar di wilayah desa Kolbano,
kecamatan Amanuban tengah. Kabupaten Timor tengah Selatan. Sumber: https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/65
Deviarbi Sakke Tira,Anna
H. Talahatu,Fransiskus G. Mado. 2020. Penyuluhan Tentang Personal Hygiene
Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diare Dan Kecacingan Di Sekolah Dasar Inpres
Tuadale Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Sumber: http://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker/article/view/69
https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/filejurnal
https://pergizipanganntt.id/ejpazih/index.php/jpmkelaker

Komentar
Posting Komentar